Update Terbaru ALG

Jumat, 21 April 2017

Aroma Kopi di Pagi Pertama Kita

Oleh : Al Ghumaydha'


Aroma kopi menyeruak harum. Kepulan asapnya menyatu bersama embun.


Kita sama-sama terhipnotis romantisme pagi. Tangan kita begitu dekat, hampir bersentuhan.


"Aku ini menyebalkan," kataku membuka dialog di pagi pertama kita.

"Aku tahu."


Kau masih lebih tertarik menatap langit timur daripada aku. Rasanya gemas dan sebal.


"Apa kau begitu menyukai fajar?"

"Aku hanya heran, fajar sangat indah dan penuh harapan tapi kenapa lebih banyak orang menyukai senja?"


Aku diam, cukup tahu itu bukan pertanyaan. Dari sudut mata kutangkap kau memandang penuh ke arahku.


"Kau adalah fajarku, keindahan dan harapanku,"


Kubalas pandanganmu, jari kita bertemu. Aku berharap fajar tak lekas meninggi agar menyembunyikan rona merah pipiku.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE