Update Terbaru ALG

Kamis, 20 April 2017

Dongeng Ibu Peri

Oleh : Al Ghumaydha'


Hatinya menghangat oleh wajah polos yang tertawa renyah. Ia pun beralih pandang dan turut memperhatikan sesuatu di sana. Boneka-boneka karakter binatang yang diberi ruh oleh satu suara cukup menyita perhatian anak-anak dan mengundang gelak tawa mereka. Kisah yang segar namun tak lepas dengan nilai perbaikan moral dan akhlak. Menarik. Pemuda itu menarik kedua sudut bibirnya.


Dia sengaja menjemput sang adik lebih awal. Demi melihat seperti apa sosok yang sering diceritakan oleh adiknya dengan julukan "Ibu Peri".


Dengan mata berbinar penuh kejujuran si adik berkata, "Ibu Peri itu hebat, dia bisa berubah jadi apa saja. Tapi Ibu Peri yang asli sangat baik, dia tidak pernah marah seperti Taigo si macan. Aku sangat sayang Ibu Peri, Kak.”


Sorak sorai tepuk tangan membuyarkan lamunannya. Perhatiannya kembali tertuju pada anak-anak yang kini riuh berlari menuju belakang bilik panggung karakter binatang-binatang tadi. Seseorang muncul berdiri dari balik sana dan menyambut pelukan anak-anak dengan begitu hangat.


Tampak jelas bahwa anak-anak begitu menyayanginya. Tidak berlebihan jika sang adik menyebutnya "Ibu Peri". Ah, bukan. Dia lebih indah dari sekedar peri, begitu teduh.


Ces! Setetes embun jatuh. Buru-buru pemuda itu membuang pandang jauh menatap langit.


"Kakak, aku ingin bisa bersama dengan Ibu Peri setiap hari. Aku ingin tinggal dengan Ibu Peri," celoteh adiknya suatu malam terngiang.


"Kakak!!"


Sang Kakak menyambut panggilan si adik. Pandangan mereka bertemu.

2 komentar:

BERITA TERUPDATE