Update Terbaru ALG

Minggu, 23 April 2017

Gerimis Rindu (Serial)

***
Aku tidak berharap hujan turun jika jatuhnya semakin menambah sendu di dalam hatiku. Kekalutan yang kurasa ini terus melilit. Dan aku bukan tidak paham jika perasaan ini adalah rinduku yang menghujam padamu. Dari dalam hatiku mendesak sesuatu yang ingin keluar lewat mata, namun seolah ada yang tersumbat di sana bahkan meski aku tak mencegah. Entahlah. Perasaan ini begitu menyakitiku, sampai aku tak sanggup lagi mendeskripsikannya lewat diksi-diksi aksara. Aku sangat merindukanmu, tapi aku tidak bisa menjelaskannya padamu. Tidakkah aku begitu menyedihkan?
#GerimisRindu (alg)
29.03.2016/20.48


***
Ini masih tentang hujan dan rindu. Ketika kau tak ada di sisiku, betapa susah payah kutahan air mata oleh rindu yang membendung dalam hatiku. Betapa banyak kata-kata yang ingin aku deraskan di hadapanmu. Tentang sedih, rindu, sayang, dan segalanya yang tak mampu kueja satu per satu. Tapi pada kenyataannya, apa? Ketika kau datang dan kudapati dengan nyata sosokmu persis di hadapanku... seluruh kata-kata yang telah kutata menguap begitu saja. Bahkan... meski jarak kita begitu dekat sejengkal tangan, tak juga aku sanggup menjatuhkan tubuh dalam pelukanmu.
#GerimisRindu (alg)
30.03.2016/22.13


***
Apakah hanya orang bodoh yang sudi menghitung berapa kali hujan jatuh dalam sehari? Aku adalah salah satu orang bodoh itu. Hari ini jutaan tetes air dari langit meluncur ke bumi dalam beberapa ronde. Semestinya bibir ini membasahkan syukur. Karena bukankah setiap titiknya menyimpan karunia? Dan kupikir banyak ronde jatuhnya hujan adalah pertanda untuk pertemuan kita. Benar, hujan mengantarku untuk menuju padamu. Aku sangat bahagia tanpa dapat kujelaskan. Kupaksa kaki untuk berlari mencari pelukanmu, dan aku dapat. Aku tak pernah meminta, tapi air mata ini berjejal sendiri ingin keluar. Aku tak menahannya, karena dengan begitu aku lega. Jutaan butir air tinggal titik-titik tipis yang menjadi saksi bisu ketika lidahku berhasil mengeja kalimat itu. Kalimat yang hanya mengendap beberapa hari terakhir di dalam hatiku... aku merindukanmu.
#GerimisRindu (alg)
30.03.2016/22.40


***
Gulita kian pekat. Bulan terus berpindah arah. Namun sepasang mataku masih terjaga dalam keheningan. Belum lepas decak bahagia yang membuncah beberapa waktu yang lalu. Jendela yang disiram hujan sore tadi telah kering. Tinggal sisa hawa sejuk memeluk malam yang meninggi. Aku bahagia walau sebentar perjumpaan kita. Semoga dalam mimpi dapat kusambung rindu yang belum terbayar lunas.
#GerimisRindu (alg)
30.03.2016/23.08

***
Embun sisa semalam masih menitik di celah dedaunan. Bibirku tersenyum, namun hatiku layu. Benar, bahagia ini hanya palsu. Pelukan kita kemarin masih hangat menjalar pada syaraf-syaraf tubuhku. Dan itu tak cukup merampungkan rindu yang tersimpan dalam bendungan hatiku. Masih tersisa sekian juta rindu yang harus kita selesaikan. Lamat-lamat senyumku disusul isak tertahan. Dengan lancang sebutir embun menyudut di pojok mataku, lalu meluncur deras tanpa dapat kucegah. Aku malu ketika burung berkicau menertawaiku, mendengar kerasnya derai tangisku karena rindu. Benar, karena rinduku padamu....
#GerimisRindu (alg)
31.03.2016/19.08

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE