Update Terbaru ALG

Selasa, 25 April 2017

Lirih Tengah Malam

Oleh : Al Ghumaydha'


Sepasang mata itu menangkap cahaya lampu di dalam asrama putri yang padam satu per satu. Gelap. Pintu utama terbuka memyembulkan sorot cahaya dari dalam. Seorang perempuan berkerudung panjang keluar dari sana dengan senter di tangannya. Dan sepasang mata tadi masih menjaga apa yang ia lihat. Perempuan itu duduk pada sebuah bangku kayu panjang dekat kolam. Ia matikan senter yang tadi mengantarnya. Remang cahaya lampu bohlam di sekitar kolam dan temaram purnama cukup memberi penerangan. Tak terdengar gaduh binatang malam. Sepi, hanya sesekali daun bergesek oleh semilir angin malam yang membawa hawa dingin.


"Tidak baik seorang gadis keluar hampir tengah malam."


Perempuan itu tergeragap. Sebuah suara mengejutkannya. Berjarak sekitar enam meter pemilik suara sekaligus sosok yang telah mengawasinya sejak keluar dari asrama itu berdiri membelakanginya. Menyadari siapa seseorang di depannya, perempuan itu kembali tenang dari keterkejutan.


"Masuklah!" sosok itu bersuara lagi.
Hening sejenak. Perempuan itu menatap tenang kerikil-kerikil yang dipijaknya.


"Tidak baik juga seorang laki-laki dan perempuan hanya berdua di tempat sepi." Masih dengan khidmat menatap kerikil, peremuan itu memberi jeda, lalu melanjutkan, "Silakan anta tinggalkan ana sendiri!"


Sosok bertubuh tegap itu menghembuskan napas berat.
"Afwan, ana tidak bisa pergi karena memang harus berjaga di sini."


Angin malam berembus, sepi kian membungkam. Satu detik... dua detik... tiga detik... sampai detik-detik panjang tak ada jawaban dari perembuan itu. Hening kembali memenuhi ruang antara keduanya. Sehelai daun jatuh tepat ketika sosok tegap itu mendengar lirihan lembut, sangat lembut.


"Anti menangis?"


Diam. Tak ada jawaban. Hanya lirih lembut itu kian kentara isaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE