Update Terbaru ALG

Kamis, 20 April 2017

Namamu Tiba-Tiba Hilang

Semalam kau katakan tengah berselimut sepi. Kuminta padamu untuk baik-baik saja. Lalu pagi ini kau beri aku kejutan. Namamu tiba-tiba hilang, benar-benar hilang. Ada resah mendegup dalam jiwaku. Kususuri belantara maya mencari namamu. Namun tak kutemukan namamu dalam pengembaraan panjangku. Apakah kau benar-benar menghilang? Ini sebenar rasa aneh. Sebersit luka mendarah di jiwa. Mungkin kekagumanku padamu terlalu dalam, hingga menembus batas wajar. Akan kurindu sajak-sajak cintamu yang penuh kebijaksanaan. Beruntung masih kusimpan beberapa bait kata-katamu yang pernah singgah. Akan sedikit meredakan kecamuk rinduku. Terima kasih, darimu aku belajar menyempurnakan kata sederhana yang mampu menggetarkan segenap jiwa.


***


Masih basah dalam ingatanku kisah yang kau torehkan kemarin. Dari relung kalbuku  menggema jerit rindu. Jiwa nan sepi antara keramaian dunia terus bertanya dalam bisik. Adakah dirimu baik-baik saja? Aku tahu tentang jiwamu yang terusik sepi, namun kenapa kau justru semakin menenggelamkan diri pada ketersiksaan? Kukira kalimatmu selama ini mengajarkan kedewasaan. Namun sungguh aku paham, sejatinya dirimu tetaplah manusia biasa. Akan kutunggu kembalimu dengan sabar. Kembali menyiarkan kalam Ilahi dalam indah coretan aksara.


***


Sungguh aku masih merawat harap. Meski kutahu tak ada, masih kurajinkan diri menengok belantara maya mencari namamu. Dan kekuatan kepercayaan itu benar adanya. Degub bahagia atas sekembalimu sulit kuungkap dengan kata. Kau ucap permohonan maaf atas situasi yang tak juga kau duga. Maka aku paham bukan kau yang tersalah. Benar adanya hatiku dalam kekhawatiran panjang, namun kepercayaanku atas kembalimu terlalu kuat. Terima kasih, kudapati kau baik-baik saja. Meski kau tak melihat kata-kataku, sungguh jantungku mendetak bahagia. Tetaplah bersyair dengan indah, biar kusesap manisnya racik aksaramu jauh ke lubuk kalbu.

(alg)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE