Update Terbaru ALG

Jumat, 21 April 2017

Secangkir Teh

Oleh : Al Ghumaydha'


Gerimis jatuh lagi, masih sama seperti kemarin. Datang tiba-tiba, tanpa kabar.


Kau dan aku duduk bersisian di teras. Dalam hening menatap air yang menitik berirama. Asap mengepul dari cangkir teh di atas meja yang membatasi jarak antara kau dan aku.


Dengan ragu aku melirikmu, kudapati pandanganmu lurus tak berkedip. Aku tahu kau menyimpan banyak kata-kata. Benar. Kau hanya menyimpan sendiri kata-katamu, tanpa sedikit pun aku tahu.


Hujan mereda. Kau berdiri. Aku menyusul.


"Cangkir tehmu masih penuh," kataku.


Tak menjawab, justru kau mengunci mataku dengan tatapanmu.


"Pakailah ini, di luar sana dingin," kataku lagi seraya menyodorkan mantel hitam.


Kau menerimanya dan berlalu. Kutatap punggungmu yang menjauh. Kau menghentikan langkah, lalu berbalik.


"Aku akan mengembalikannya. Ini janji. Dan kau, berjanjilah menyimpan secangkir teh untukku!"


Aku tertegun. Kau benar-benar pergi.
Aku bersiap merindu lagi, sampai kau kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE