Update Terbaru ALG

Kamis, 20 April 2017

Sendiri

Seringkali aku berjalan seorang diri di antara keramaian
Menapaki titian dengan pandangan lurus atau sesekali menunduk
Air mukaku tampak tenang meski hatiku bergemuruh resah
Aku berusaha percaya diri meski sesekali terbesit ragu untuk melanjutkan langkah
Kuteriakkan dengan tegas bahwa semua akan baik-baik saja
Meski nyatanya tubuhku masih saja bergetar takut
Sesekali pula mereka mengulurkan tangan padaku
Namun dengan halus aku urung menyambutnya
Aku hanya tak ingin menjadi benalu bagi semesta
Mendekati penghujung titian aku membendung air mata
Ketakutan dan keraguan menjelma pengharapan
Kapankah kesendirianku usai?
Kurindui seseorang berlari menyusulku
Berjalan menyejajari langkah di sisiku
Dengan lembut ia pautkan lengannya bertemu lenganku
Lalu ia penuhi sela-sela jemariku yang kosong oleh jari-jari kekarnya
Dan seluruh sepi yang membeku dibungkus rindu kian pudar
Menjelma damai berselimut hangat oleh dekapan lembut yang ia cipta


(alg)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE