Update Terbaru ALG

Kamis, 04 Mei 2017

Daun Terakhir

Daun di halaman telah menguning. Angin bertiup membawa kabar. Kelopak bunga gugur satu per satu.


Habis.


Jarum berputar. Tik tok tik tok. Berlomba dengan irama nadi.


Malam datang, kabar yang dibawa angin kembali terngiang. Isakan pecah. Roboh sudah sekuat-kuat pertahanan. Mencoba berdamai dengan pergantian musim. Namun ngilu di hati kian menghujam. Segalanya kian pekat.


Ranting-ranting sungguh dirundung sepi. Satu daun terakhir telah jatuh. Menunggu adalah satu-satunya sisa pilihan. Matahari besok masih bersinar. Akar-akar masih bertahan menopang batang. Ada konsekuensi untuk setiap pilihan. Menghilang terbang dan tak lagi melihat daun hijau di halaman. Atau mengakrabi musim-musim baru meski menahan ngilu, sampai tiba saat kupu-kupu riuh mengerubungi taman.


Butiran salju yang turun bersama kereta lewat tidak kalah menyenangkan. Angin musim panas cukup mendukung untuk pergi berlibur. Daun maple pada musim gugur adalah keindahan yang kadang dirindukan.


Senyuman yang tertunda dikira kebahagiaan terakhir. Bukan tidak boleh memaksakan setiap luka menjadi kegembiraan. Meski ada luka baru yang harus ditanggung. Setidaknya burung-burung tidak turut menangis.


Kegelisahan butuh waktu untuk membaik. Daun yang menguning, perlu jatuh untuk nanti dia lahir kembali berwarna hijau teduh menenangkan.


(alg)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE