Update Terbaru ALG

Selasa, 30 Mei 2017

Kamu dan Gerimis di Suatu Sore

Sore tadi derasnya jatuh setelah lama hujan tidak turun di kotaku. Dari balik kaca jendela senyum terkembang, mata berbinar mengeja tiap tetesnya. Hati berdesir meminta kaki beranjak, menyelesaikan debar rindu yang lalu. Deras menjelma gerimis, kutembus rintiknya menapaki jalanan basah.


Senandungku terhenti mendapati sosokmu di sana. Gugup yang mengasyikan menjalar begitu saja. Aku menikmatinya dengan terus menunduk, seolah jalanan basah ini adalah pemandangan paling indah selainmu. Kita semakin dekat.


Jalan di hadapan terlalu becek oleh air hujan untuk menjadi titik pertemuan kita (yang tanpa rencana). Kakiku mencari jalan kering, lewat ujung mata kutangkap sosokmu memilih jalan yang berbeda. Tepat kita bersisian dengan cukup berjarak, pada saat yang sama kudapati kakimu melangkah sempurna di atas tanah berlumpur air hujan itu.


Aku dan kamu sama-sama berlalu tanpa saling menatap. Seolah sama-sama asing, atau memang sebenarnya kita tak saling kenal?


Menjauh, kusempatkan menoleh ke belakang : berharap menemukan punggungmu. Kamu telah hilang. Adakah sepatumu kotor? Tidakkah jalan yang kaulewati licin?


Sore itu, disaksikan rintik hujan... aku menemukanmu belum berubah. Masih sama seperti hari itu.


Ingin kuhentikan ingatan ini. Hanya saja, pertemuan selalu tanpa dugaan. Sungguhkah segalanya sekedar ketidaksengajaan?


(alg)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE