Update Terbaru ALG

Selasa, 16 Mei 2017

Mengakrabi Perpisahan

Jangan tahan air mata. Biarkan saja jika memang ingin menangis. Sungguh tak apa. Pun boleh jika hendak menyembunyikannya di balik senyuman. Tidak ada yang salah. Namun, tak benar jika ada sebersit rasa marah atau kesal. Pertemuan dan perpisahan ini telah sesuai dengan alurnya. Waktu hanya berusaha menunaikan tugas.


Sejatinya kita sama-sama tidak tahu tentang apa yang ingin kita katakan. Aku, kamu, dia, dan kita hanya saling diam berbicara lewat tatap mata. Apa yang kubaca dari matamu sama dengan yang kurasa di sini, di hatiku. Ada khawatir, cemas, gelisah, resah, takut. Takut jauh dan menanggung rindu yang sejatinya begitu berat.


Sejauh apapun jarak ini, bersyukur kita telah memiliki banyak kenangan. Setidaknya nanti kita bisa saling membesuk di sana. Ingatkah kau tentang hari itu? Saat kita sama-sama berlarian di bawah hujan yang turun tanpa kabar.


Nanti, ketika hujan turun... keluar dan lihatlah. Barangkali saat itu kita menatap hujan yang sama. Siapa yang tahu? Lalu, ingatlah setiap episode yang pernah kita lewati. Di sana akan kautemu betapa menyenangkannya membesuk kenangan. Dan kamu akan semakin memahami tentang cara berdamai dengan rindu.


Daripada menanggung rindu... sebenarnya ada yg lebih aku takutkan. Itu adalah jika di masa depan aku tak mendapati sosokmu seperti hari ini. Aku takut kamu berubah dan melupakanku, atau bahkan sebaliknya.


Siapa pun orang-orang baru yang nanti akan kita temui, tetaplah menjadi diri kita seperti hari ini. Selalu jaga pertalian yang telah kita jalin. Setelah masa bergulir sampai tahun-tahun berlalu, jangan lupa untuk menyapa atau sekedar melempar senyum ketika kita bertemu di jalan. Pun jangan ragu untuk sesekali menitipkan kabar pada semilir angin. Aku akan selalu menunggu.


Dan kamu tahu? Perpisahan adalah saat yang baik dimana kita dapat melihat tanpa kepalsuan tentang siapa-siapa yang benar-benar menerima kehadiran kita dalam hidup ini. Bukan dia yang menangis sesenggukan di hadapanmu, tapi mereka yang tak bosan menanyakan kepulanganmu bahkan sebelum kamu benar-benar pergi.


- Al Ghumaydha' -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE