Update Terbaru ALG

Rabu, 14 Juni 2017

Surat Seorang Gadis

Ayah, mataku sembab. Bantalku basah.
Ayah, aku menangis.


Ayah, maafkan aku. Air mataku jatuh untuk laki-laki selain Ayah.
Tidak, Ayah. Dia tidak bersalah. Dia tidak melukaiku. Jangan Ayah marah kepadanya. Dia hanya mengajari aku untuk lebih kuat.


Ayah, ini aku anak gadis kesayanganmu. Boleh aku minta pelukanmu? Jika nanti tangisku kian kencang, jangan minta aku berhenti.
Biarkan, Ayah. Aku akan merasa lebih baik setelah seluruh air mataku luruh. Aku hanya rindu pelukanmu, Ayah. Laki-laki pertama yang aku cintai.


Ayah, anak gadismu ternyata telah tumbuh dewasa. Maafkan aku, Ayah. Aku sempat merindukan laki-laki selain Ayah. Ada laki-laki lain yang memberi perhatian untukku selain Ayah. Ada laki-laki lain yang membuatku nyaman selain Ayah. Ada laki-laki baru yang dekat dengan aku selain Ayah.


Dan hari ini, untuk dia seluruh air mataku jatuh. Ayah, perasaan apa ini? Ada ngilu, rindu, sedih, luka, nyeri, sesak.. semuanya datang bersama menghujam hatiku.


Ayah... aku ingin berlari. Ke mana pun itu selama dapat kutemukan ketenangan.


Ayah, apakah perasaan seperti ini memang selalu membuat gila? Nafsu makanku turun, apakah berlebihan?


Ayah, apakah Ayah pernah membuat Ibu menangis? Jangan Ayah. Jangan lagi lakukan itu pada Ibuku. Aku tahu perasaan Ibu, Ayah. Benar-benar menyesakkan. Ketika Ayah yang seharusnya menjadi tempat Ibu pulang, namun Ibu menangis karena Ayah. Itulah yang aku rasakan, Ayah. Beruntung aku masih memiliki Ayah sebagai laki-laki terbaikku.


Ayah, pernahkah Ayah tak sampai hati melihat air mata Ibu jatuh? Pernahkah amarah Ayah luluh setelah melihat tangis Ibu? Pernahkah Ayah mendekat, memeluk, lalu menghapus air mata Ibu saat mendapati buliran bening itu menganak sungai di pipinya? Jika iya, haruskah aku berhenti menyembunyikan tangisku dari dia, Ayah? Agar dia datang dan melihat bahwa aku tidak baik-baik saja.


Ayah, bagaimana ini? Harus aku apakan perasaan ini? Rasa ini sudah terlalu jauh, Ayah. Sungguh berat.


Ayah, gadis kecilmu sedang menangis untuk laki-laki lain~


- Al Ghumaydha' -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE