Update Terbaru ALG

Senin, 17 Juli 2017

Aku Kalah Oleh Rindu

Kita sama-sama egois. Sama-sama tak ingin mengalah untuk perasaan masing-masing, entah itu benci maupun amarah. Benar, aku selalu membenarkan pendapatku sendiri, kamu juga. Semua manusia seperti itu.


Aku lelah dengan perasaanku sendiri. Aku lelah dengan rinduku. Aku lelah dengan egoisku, marahku, benciku, juga luka yang sebenarnya aku buat sendiri. Aku ingin berhenti. Berhenti dari segala yang sebelumnya bergerak melelahkan. Sudah cukup air mata yang kuloloskan tetes demi tetes.


Aku sudah berbalik, mengepalkan tangan, berusaha mengumpulkan kekuatan. Aku bertaruh dengan diriku sendiri, aku bisa. Aku bisa melupakan ini. Melupakan kamu, marahku.


Satu langkah, dua langkah, aku bisa. Dan aku tersandung, jatuh. Aku bisa, tidak, bisa, tidak, bisa, tidak! Batinku bergulat, menyakitkan. Gagal telak! Satu titik air jatuh. Air mataku sukses lolos kembali, gagal kutahan. Kenyataannya, aku benar-benar tidak bisa melakukannya. Meski sekedar tidak memikirkanmu.


Baiklah, kurasa aku harus menekan ego. Karena pergi justru semakin menyakitiku, aku mencoba belajar untuk berdamai dengan perasaanku sendiri. Aku ingin mengalah. Aku kembali, aku masih ingin melihatmu, menyapamu.


Aku datang, kemudian mendapati kamu masih sama. Kamu hanya diam, aku menekan ego lebih dalam, mencoba bersabar. Sabar memang tak ada batasnya, tapi manusia lah yang membatasi sabar itu sendiri. Dan aku masih bagian dari mereka.


Jika, jika saja... rindu, lelah, egois, marah, juga benciku datang bersamaan seperti ini dan menempati titik puncak. Jangan salahkan, jangan menyesal jika aku pergi jauh ke ruang limbo. Tempat dimana aku tidak bisa kembali lagi.


- Al Ghumaydha' -

3 komentar:

  1. The best ka mae😘😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uhh makasih banget udah setiaa. Eh, ini siapa sih? De Susi ya?

      Hapus
  2. The best ka mae😘😘

    BalasHapus

BERITA TERUPDATE