Update Terbaru ALG

Senin, 10 Juli 2017

Desir yang Hilang

Aku tidak tahu dengan hatiku sekarang. Apakah suatu hari nanti akan ada keajaiban? Aku ingin berbicara padamu. Namun aku hanya bisa bermonolog seperti pendongeng. Meski tak yakin, beginilah adanya hatiku yang selalu berdesir.


Kau pernah sekali tersenyum padaku, pernah sekali membalas basa-basiku yang kukira tak perlu kauhiraukan. Tutur kalimatmu yang santun membuatku rindu. Aku sempat bahagia ketika itu. Aku pun pernah khawatir atas sepeninggalmu. Aku terus bertanya ada apa dengan diriku?


Ada kecewa bergelung dalam hatiku kala kutemui kau tak seramah yang kukira. Lalu di sana ada seorang yang begitu ramah ketika disapa. Kucoba pahami bahwa semua manusia tak sama. Mungkin memang begitulah adanya dirimu.


Sekarang bagaimana dengan hatiku? Tak ada lagi desir ketika mendengar namamu. Namun, justru aku sedih. Apakah ini semacam kecewa? Seharusnya aku bahagia dengan keadaan ini, namun entahlah. Bahkan aku tak bisa memahami diriku sendiri.


Aku ingin kembali seperti dulu. Betapa indah menyimpan kagum di sini tanpa kau melihatku.


Ah, berarti seharusnya saat itu aku tidak bertanya padamu. Jika aku tak bertanya, pasti desir hatiku masih sama. Tapi tunggu... mungkin juga ini karena keputusanmu. Seharusnya kau menyimpan rencanamu sendiri, sehingga hatiku tak akan nyeri. Hei, memangnya siapa diriku padamu?


Oh iya, kau juga mengatakan akan pergi. Kapan? Pertama kali mendengarnya, langsung kuputuskan untuk pergi lebih dulu. Aku hanya tak ingin membuat hatiku lebih terluka ketika melihat kau menghilang, jadi biar aku pergi lebih dulu. Namun, setelah aku kembali ternyata kau belum pergi. Sebenarnya apa maksudmu? Kapan kau pergi? Kuharap kau pergilah segera. Biar selesai cerita rinduku yang terbungkus iman.


- Al Ghumaydha' -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE