Update Terbaru ALG

Minggu, 23 Juli 2017

Gadis Berkerudung Biru

Oleh : Al Ghumaydha'


Dia! Itu dia. Dia dengan kerudung birunya yang lebar. Berjalan dengan seorang teman sambil berbincang. Dia pasti baru pulang beraktivitas. Aku terus memperhatikannya sembari mengendarai motor ini. Hei, kenapa justru temannya yang melihatku! Entah menyadari keberadaanku atau tidak, dia sama sekali tak melirik ke arahku. Wajahnya penuh menghadap pada temannya, terlihat begitu semangat menceritakan sesuatu.


Ah, dia memang selalu ekspresif. Selalu? Hei, memangnya sejak kapan aku mengenalnya. Seminar minggu lalu adalah pertemuan pertamaku dengannya. Ah, bukan seperti itu. Lebih tepatnya kali pertama aku melihat dia. Tentu saja, karena dia sama sekali tak melihatku. Apakah aku begitu memperhatikannya yang tengah menyampaikan materi ketika itu? Aku bahkan sudah hafal dengan senyumnya. Manis. Ah, sial. Apa-apaan ini!


Hari itu aku memang sengaja datang ke seminar demi melihat sosoknya. Aku kagum dengan tulisan-tulisannya. Pertama kali mendengar namanya dari orang-orang, katanya dia sudah menulis beberapa buku. Aku penasaran. Sampai akhirnya aku tahu dia memiliki blog dan aktif menulis di sana. Tulisannya mengalir sederhana, jujur, dan cerdas. Aku suka. Sudah, itu saja kesanku sampai akhirnya aku tertarik mendaftar ketika mendapat info seminar dengan pemateri utama adalah gadis berkerudung biru yang kini berjalan lawan arah denganku.


Aku dan dia semakin dekat. Belum berpaling, aku masih terus memperhatikannya dengan harapan dia membalas tatapanku. Kemudian kulempar senyum seraya mengangguk santun. Ah, nyatanya itu hanya ekspektasi belaka. Pada akhirnya kami berpapasan tanpa dia melihatku, seujung mata pun. Aku berlalu, sedikit kecewa. Entah dorongan apa yang membuatku ingin menoleh ke belakang. Astaga!


Cepat kepalaku berbalik menatap lurus ke depan. Apa aku tidak salah? Dia menengok ke arahku. Benar-benar melihatku dengan tatapan heran. Ah, apakah temannya tadi membisikkan sesuatu tentang tatapanku yang tak lepas darinya? Mungkin. Hei, kenapa hatiku gaduh sekarang? Senang, tapi di satu sisi malu kepergok. Tapi tak mengapa, setidaknya mungkin ini langkah awal. Dia telah melihat ke arahku. Selanjutnya, bagaimana agar aku bisa bicara dengannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE