Update Terbaru ALG

Kamis, 27 Juli 2017

Kamu Adalah Sendu

Penaku patah, bahkan sebelum aku mulai menuliskan apapun. Pada akhirnya aku menyelesaikan tulisan ini dengan air mata. Titik demi titik yang jatuh seperti mewakilkan rasa yang terbendung menyakitkan.


Tirai jendela tersibak sedikit oleh angin malam. Tampak langit kelam di keheningan. Hei, purnama membuat sempurna di sana. Seumpama bola emas raksasa, temaram sinarnya laksana lampion-lampion jingga.


Wahai, aku adalah malam, menjadi tempat kamu berpendar indah. Dan kamu adalah purnama, menjadikan adaku begitu istimewa. Begitulah kita, serasi dan saling melengkapi laksana malam dan purnama. Apa kau setuju?


Ah, sayang itu hanya khayalan sepihak, barangkali. Hanya aku yang berdiri dengan pengharapan ini, sendiri. Adakah kamu menyemogakan do'a yang sama? Semakin kupendam tanya justru kian nyeri menusuk ulu hati.


Sungguh menyebalkan. Aku selalu gagal untuk tidak menuliskan namamu dalam puisi. Sementara, mengingatmu adalah siksa batin tak bertepi. Benar-benar jahat.


Wahai, ...
Kepada kamu, gores penaku selalu bermuara sendu.


(alg)

4 komentar:

  1. Balasan
    1. Waaa, makasih kakak sudah berkenan membaca. Semoga tulisan lainnya tidak kalah memikat hehe ^^

      Hapus
  2. Aku adalah yang selalu terpikat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu adalah yang selalu membuat pipiku memerah malu

      Hapus

BERITA TERUPDATE