Update Terbaru ALG

Kamis, 27 Juli 2017

Liontin Biru Safir

Mendadak pagi ini beraroma sendu. Menguar, menusuk hingga kedalaman kalbu. Rindu? Ah, setiap hari memang begitu. Hanya saja, satu hal yang berbeda. Pagi ini tidak ada percakapan-percakapan sederhana kita seperti pagi-pagi kemarin yang telah lalu. Sungguh, rindu yang candu kian membiru.


Kemarin adalah hari terakhir kita. Malam itu aku menunggumu dengan derap kecemasan. Hei, apa-apaan aku ini! Gurun pikirku penuh oleh ingatan tentangmu.


"Take care."


Oh, banyak sekali yang ingin aku katakan. Lebih dari itu. Tapi aku bisu. Benar-benar bisu. Aku benci hal-hal mellow semacam ini, kau tahu? Aku tidak siap menanggung beban rindu lebih banyak.


"Kamu masih bisa menghubungiku lewat telepon."


Ah, kamu. Selalu berusaha menenangkan padahal memiliki resah yang sama. Kita seperti sepasang kekasih yang akan berjauhan diuji jarak dan waktu.


Matahari masih menghangat. Secangkir teh belum habis. Terus kupandangi liontin bermata biru safir darimu yang kini kuayun-ayunkan dengan tanganku. Ah, kamu... aku rindu.


(alg)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE