Update Terbaru ALG

Kamis, 03 Agustus 2017

Ketakutan Kita

Aku takut. Apakah hanya aku, atau juga menjadi ketakutanmu? Ini bukan tentang rasa yang sebatas rindu. Bukan juga tentang bentang jarak atau rentang waktu.


Aku sudah takut. Bukan lagi khawatir. Kamu adalah satu yang terpilih hatiku. Bagaimana aku bisa menampik kenyataan itu? Sementara, do'a-do'a malam yang kuderaskan sekali pun tak melewatkan namamu.


Setelah pertanyaan-pertanyaan yang kita pendam, telah sepakat kita putuskan. Tak ada ikatan apapun selain saling meyakini satu sama lain. Kepada Penggenggam Hati kita percayakan seluruh rasa dan rindu.


Tapi aku tidak baik-baik saja. Selepas ketakutan yang berusaha kulepas, satu per satu pertanyaan datang kepadaku silih berganti. Mereka memiliki ingin sepertimu untuk datang kepadaku. Lantas bagaimana aku?


Aku merasa sendirian menghadapi seluruh resah ini. Kita seperti tak menemukan jalan keluar terbaik. Kamu dalam pasrahmu, aku dalam bimbangku. Batin terus bergulat, sementara lidah kelu membisu. Mata kita hanya saling pandang, sendu.


Sekali lagi, kenapa harus percakapan menyedihkan semacam ini. Jika kamu membenci hal-hal mellow seperti ini, sama, aku juga. Bahkan aku membencinya lebih banyak.


Semoga ini bukan ketakutanku sendiri.


(alg)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE