Update Terbaru ALG

Senin, 14 Agustus 2017

Sejak Kapan Berkerudung?

Written by Al Ghumaydha'


"Sejak kapan kamu mulai pakai kerudung lebar?" tanya seorang teman pada saya suatu hari.


Saya tidak langsung menjawab. Butuh waktu untuk berpikir, mengingat-ingat. Dan hasilnya saya tidak ingat. Sungguh. Saya benar-benar lupa. Lantas, apa jawaban saya untuk dia?


"Gatau."
Singkat, padat, dan tidak jelas. Emang udah biasa ga jelas sih.


Oke, kembali soal pertanyaan tadi. Jadi, apa jawaban sebenarnya? Kapan saya mulai berkerudung lebar? Jujur saja, saya memang tidak ingat persis. Tapi, yang pasti sejak es-de saya sudah terbiasa dengan kerudung yang menutup dada dan tidak neko-neko.


Mungkin, jika pertanyaannya diganti saya bisa menjawab. Sejak kapan kamu berkerudung? Dalam arti benar-benar niat dari dalam hati dan kesadaran dari dalam diri sendiri, serta istiqomah setiap main keluar rumah, tidak hanya ketika sekolah atau bepergian.


"Ummi, aku pake kerudung juga ya kalo di rumah?" kalimat polos itu meluncur dari mulut seorang gadis kecil kelas 3 SD.


Keinginan itu muncul bersamaan dengan hari pertama ia mengenakan kerudung di sekolah. Benar. Gadis itu sekolah di SD umum setelah lulus dari TKIT. Ketika naik kelas 3, keputusan berkerudung itu baru datang atas kemauannya sendiri, tanpa paksaan dari sang Ummi.


Di hari pertamanya, banyak perhatian mata tertuju ke arahnya. Tidak sedikit yang tertarik melontarkan tanya pada dia. Bahkan guru-guru pun tak ketinggalan. Hei, gadis itu menjadi satu-satunya siswa yang berkerudung di sekolah itu.


"Kalau ada yang tanya, 'Siapa yang suruh Nafa pakai kerudung?', Nafa jawab saja, 'Allah'."


Bahkan, meski telah sebelas tahun berlalu saya masih mengingat jelas apa kata Ummi ketika itu. Alhamdulillah, sejak kecil bahkan sebelum bisa berjalan saya sudah biasa dipakaikan kerudung. Ketika kelas 2 SD diwajibkan berlengan panjang meski di dalam rumah.


"Kenapa sih, Mi harus pakai baju panjang?" protes saya waktu itu.
"Karena Nafa sudah besar."
Saya diam ber-O, tidak lagi membantah.


Kemudian, kembali lagi pada pertanyaan di awal tulisan ini. "Sejak kapan kamu mulai pakai kerudung lebar?"
Sekali lagi, saya tidak ingat persis. Saya sudah berkerudung atas kemauan sendiri mulai kelas 3 SD, sekitar usia 9 tahun. Ketika itu sudah terbiasa menutup dada dan tidak pernah pakai yang neko-neko. Kalau pakai kerudung yang mungil justru terasa risih. Lambat laun koleksi kerudung semakin lebar.


Alhamdulillah, bagaimana saya sekarang adalah berkat Ummi. Beliau telah mengajarkan putri-putrinya menutup aurat sejak dini. Membiasakan sejak bayi, sekaligus memberi contoh, tanpa pernah memerintah apalagi memaksakan. Begitulah adanya yang saya rasakan. Sedikit pun tidak ada tekanan ketika Nafa kecil memutuskan berkerudung.


Wahai, para ibu, maupun calon ibu, juga para ayah, dan calon ayah. Mari ajarkan mujahidah kecil kita tentang syariat sejak dini. Seminimal mungkin kenalkan pada mereka tentang pakaian syari sesuai syariat Islam mulai dari ia kecil, bahkan dari balita kalau perlu. Kenapa?


Mujahidah-mujahidah kecil kita adalah permata. Agar dia terjaga. Kelak ketika beranjak dewasa... Agar dia paham tentang menutup aurat, apalagi ketika sudah baligh. Agar tidak ada yang menganggunya karena dia tertutup. Agar tidak ada mata nakal yang kurang ajar padanya. Agar tidak ada lagi berita-berita mengerikan tentang pemerkosaan. Agar tidak ada ceritanya kekerasan seks. Agar tidak ada kabar menyedihkan tentang seks bebas.


Agar generasi kita terjaga kesuciannya. Kita yang harus memulai sejak awal, sejak dini. Memberi contoh, membiasakan. Bukan sekedar menggurui, hanya menyuruh, mengarahkan, tapi sendirinya tidak mempraktikkan.


Sekian. Ambil saja baiknya kalo ada, buang jeleknya. Mohon maaf lahir dan batin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE