Update Terbaru ALG

Senin, 04 September 2017

Saling Mengeja Diri Sendiri

".... Dan janganlah kamu melupakan kebaikan di antara kamu. ..." (Al-Baqarah:237)


Apakah kamu berpikir untuk pergi? Setelah melihat apa-apa yang mungkin cacat dariku, apa saja yang menjadi kurangku, atau hal-hal yang tak kau suka dariku. Apakah kau hendak mencari yang lain? Setelah satu per satu tabiat burukku terkuak seiring kebersamaan yang kita lalui. Apakah kau ingin menemukan yang lebih sempurna? Baik, pergilah. Pergilah sejauh mana pun kau mau. Sesuka hatimu. Cari dan temukan saja yang baru, yang lebih baik, lebih sempurna, tentu itu bukan aku.


Tolong catat baik-baik. Jika kau sudah menemukan orang lain itu, jika kau dapati dia lebih sempurna, jika kau dapati dia tak memiliki satu cacat pun dalam dirinya, ajaklah dia untuk bertamu ke rumahku. Aku ingin menjadi orang pertama yang memberi selamat untukmu jika kamu benar-benar menemukan seseorang yang sempurna tanpa kurang suatu apapun.


Sebelum itu, maukah kau mengingat sesuatu? Ingat bagaimana awal kebersamaan kita. Ingat bagaimana dulu kau memujiku begitu berlebihan. Ingat bagaimana kau selalu menyanjung kebaikan-kebaikanku. Sekarang lihatlah setelah kau tau segala kurangku. Apakah kau hanya bisa menerima kebaikanku saja? Apakah satu kekuranganku saja bisa menutup sepuluh kebaikanku?


Pertanyaan terbesarku adalah bagaimana jika itu terjadi pada orang lain itu?


".... Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (An-Nisa:19)


Kamu boleh tidak menyukai apa-apa yang menjadi kurangku. Kamu boleh pergi dengan orang baru yang bagimu jauh lebih baik dari aku. Yang tidak boleh adalah kamu menyesal ketika melihat orang lain datang padaku dan menerima seluruh kebaikan serta kurangku. Orang lain itu begitu sabar menerima apa yang mungkin tidak dia suka dariku, kenapa? Karena di saat rasa tidak suka itu timbul, bisa jadi dia mengobatinya dengan mengingat kebaikan-kebaikanku. Kemudian luruh seluruh bibit-bibit bencinya menjelma sayang yang kian berkembang.


"... maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci...." (An-Najm:32)


Terakhir, sebelum kamu benar-benar menyesali segalanya. Ada baiknya bercerminlah. Kenali baik-baik apakah dirimu sudah benar-benar baik. Sementara kamu menginginkan orang yang sangat baik.


Mari kita sederhanakan. Kamu menginginkan yang seperti Khadijah, apakah kamu sudah seperti Rasulullah?


Dan aku, penuh sadar mengakui seluruh kurangku. Pun aku, selalu belajar mengeja diri sendiri.


- Al Ghumaydha' -


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE