Update Terbaru ALG

Sabtu, 28 Oktober 2017

Sebuah Nama Lain #2

“Selamat malam.”


Deg. Desir hangat bergerilya mengaliri rongga-rongga hati. Aku tertegun. Beberapa detik waktuku seperti berputar melambat.


Aku hanya membalas dengan senyum ucapan singkatmu itu.


Aku lupa kapan terakhir kali mendapat ucapan seperti itu dari dia. Aku merindukannya. Tidak pernah ada malam yang terlewat tanpa aku menantikan satu pesan “Selamat tidur” dari dia. Namun, tanpa basa-basi permisi kamu datang sebagai orang lain memberikan itu.


Ah, bukan.


Tidak cukup dengan ucapan malam itu yang membuka malam-malam kita berikutnya. Kamu selalu datang dengan jutaan puisi dalam genggamanmu. Kamu hadir memberikan padaku apa yang hampir setiap hari tanpa jeda kuharapkan dari dia. Kamu ada di sisiku, namun dia lebih penuh dalam pikiranku.


“Telah ada nama lain. Menjauhlah, atau aku menjauh.”


“Jangan. Aku mohon.”


“Aku takut kau jatuh, dan aku mengecewakanmu.”


“Tidak apa-apa. Biar seperti ini, jalani saja.”


Hari berlalu. Kamu benar-benar penuh mengisi jarak yang sengaja dia bangun antara aku dan dia. Tanpa jeda kau selalu mengatakan rindu. Aku pun jatuh.


“Tidakkah kau juga merindukanku?” tanyamu suatu hari antara gusar hatimu.


Bagaimana bisa kukatakan rindu, sementara kamu hanya nama lain yang menjadi persinggahan saja? Bagaimana bisa? Sementara ada nama yang masih dan akan selalu lebih banyak aku semogakan dalam tangkup tanganku.


- Al Ghumaydha' -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE