Update Terbaru ALG

Minggu, 19 November 2017

Dibunuh Rindu


Hujan menderas di wajahku. Aku merindukanmu begitu banyak. Sangat banyak. Tanpa kata. Tanpa suara. Tanpa pengharapan apapun.

Bagaimana cara terbaik memulai kalimatku? Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu. Banyak sekali. Namun tak ada sepatah saja terurai. Kata-kataku mati oleh entah apa.

Aku tidak sedang menulis puisi untukmu. Hanya beberapa hal yang mengganggu perasaanku. Tentang rindu yang menggenang tanpa bisa kuapa-apakan. Tentang cemburu tanpa definisi.

Aku merindukanmu begitu banyak. Sangat banyak. Sampai kata-kataku berantakan seperti ini. Menguap sudah estetika diksi.

Aku merindukanmu begitu banyak. Apa kau dengar? Apa kau mengerti?

Aku ingin menyapamu, lalu bercerita banyak hal. Apa saja. Tentang rinduku, sepiku, sendiriku, takutku, atau apapun. Nyatanya, hening lebih banyak menguasaiku oleh jarak yang sedang kita cipta.

Pada akhirnya, tetap saja kau hanya mampu kupandang dari jauh. Lalu bulir air mata jatuh satu per satu. Mataku menangkapmu, namun tanganku tak sanggup menggapai.

Rindu membunuhku pelan-pelan.

(alg)

2 komentar:

  1. Mbakkk midaaa, terus berkarya ya!
    Btw, kpn pulang??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe siap! Terima kasih dukungannya
      Kapan ya? Kapan-kapan deh wkwk

      Hapus

BERITA TERUPDATE