Update Terbaru ALG

Minggu, 31 Desember 2017

Episode Sendu Penghujung Tahun


Cukup ini yang terakhir. Tentang kamu yang memutuskan pergi. Jangan seperti kemarin. Setelah kulepas dengan sebaik-baik penerimaan, kamu yang semula permisi semena-mena datang kembali.

Pernahkah aku menolak inginmu meski sekali saja? Tidak. Bahkan pintamu agar aku jauh, meski melukai tetap saja kukabulkan.

Masa bergulir, banyak episode berdua kita lalui. Senyum, tawa, canda, romantisme, sendu, marah, benci : seluruhnya menjadi slide warna-warni yang mengisi beberapa periode hidup kita.

Hari ini kepala kita benar-benar tak dapat disatukan. Isi kepalaku dan isi kepalamu tak lagi sama. Aku dan kamu selalu saja sulit untuk berdiri di atas satu jalan. Kamu kukuh dengan pendapatmu, aku memilih diam demi menghargaimu. Hanya saja, pernahkan kau melihat itu? Tidak. Kita tak pernah mendapatkan titik temu.

Apa lagi hal indah yang bisa kuharapkan dengan hati penuh terjal benci? Baiklah, sekali lagi aku terima. Hujan penghujung tahun mengantar perpisahan kita.

Jangan lagi—seperti kemarin—kau lancang kembali datang setelah hatiku berdamai melepasmu nanti. Aku pernah bahagia sebelum mengenalmu, setelah jauh kenapa tidak? Aku dan kamu pernah tak saling mengenal, kenapa tidak bisa jika kemudian aku dan kamu saling asing menjadi orang lain?

Biar penghabisan tahun menutup episode kita, berikutnya kubuka lembaran prolog tahun dengan kisah yang baru. Tanpamu, tentu saja.

(alg)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE