Update Terbaru ALG

Senin, 04 Desember 2017

Tentang Senandung Rubaiyat Puisi Paling Gaib


Oleh : Arief Siddiq Razaan

Katamu, "Tetaplah tinggal meski tak di sisi, karena setidaknya kaudapat melihatku dari kejauhan." Itu serupa kunang-kunang yang kerlip, namun redup seketika lalu terka mendiami kepala; kemana pergi ia?

Diam ialah bahasa paling tulus, di rahasiakannya puisi yang menjantung doa agar di dengar Tuhan. Perihal senyum yang kaudekap dalam kenang, akan jadi dogma paling air mata sebab ia ritual bayang di kepala; menumbuhkan rasa sakit paling sendu yang disebut rindu.

Barangkali daun-daun yang jatuh hanyalah isyarat agar musim ingatan yang paling mawar segera kaumekarkan. Sebelum layu, diranggas cuaca ketika percakapan kemarau menjadi samar. Kemudian sorot mataku pun layu, dipanggang rahasia tentang diam di antara kita.

Jika tersesat temukan alasan untuk kembali. Bisa jadi almanak yang sempat kautandai untuk kepulangan masih menjelma epitaf-epitaf yang paling bijaksana menyangkut harapan yang disemogakan.

Musim sudah berganti. Hujan jatuh menjadi puisi yang membasah di dadamu, lalu untuk apa ragu menceritakan pada semesta tentang kembang-kembang asmara walau sekadar pilu namun kebenaran cinta harus disemayupkan.

Sudahlah, tuntaskan mendiami hening. Puisi-puisi yang melangit nyatanya baru saja mendengung di jantungku, menjadi teriakan paling debur dan menggema bagai senandung rubaiyat paling gaib.

Hentikan menulis sajak tentangku. Sudah waktunya rehat, berjenak kita bacakan gelisah perihal bahasa diam yang terlanjur di dengar Tuhan.

Entah orang lain atau bukan, bukahkah adamu nyata? Usah risau terhadap keberadaan, sebab ada dan tiada itu hanya kosakata sedangkan perihal rasa lebih dari sekadar estetika diksi yang disusun sedemikian rupa.

Sesal jangan dilarung, teruslah bertarung dalam yakinmu. Bukankah prolog baru saja kaubacakan malam ini, silakan akhiri dengan epilog puisi rindu paling membahagiakan.

Apapun itu, ikhlas jelas sebuah alasan untuk menghadirkan Tuhan. Dalam kepasrahan batin, ada bahagia bertumbuhkembang dengan sendirinya suatu ketika. Teruslah mempercaya, sebab selalu ada kemungkinan dari doa.

4 komentar:

  1. Kk tulisan nya selalu keren sangat menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, saya tunggu selalu kunjungannya ya :)

      Hapus

BERITA TERUPDATE