Update Terbaru ALG

Rabu, 28 Februari 2018

Antara Hitam dan Putih

Katamu, perkara merindu kau tidak ingin kalah dariku. Aku merindukanmu begitu banyak, dan kau merindukan lebih banyak dariku. Katamu, namaku telah menyita penuh isi kepalamu. Katamu juga, kau sulit tidur sebelum melihat senyumku.

Tanyaku, apakah semua hanya kata-kata yang kau gantungkan saja? Nyatanya, aku mengasuh anak-anak rindu ini sendirian.

Aku kangen percapakapan kita setiap malam, tentang apa saja. Harapanku dan harapanmu, misalnya. Atau kau yang menyimak dengan khusyu cerita aktivitasku di hari itu. Aku kangen caramu merajuk, aku kangen cemburumu, aku kangen marahmu. Aku kangen ketika kau menakutiku hanya agar aku tidak tidur terlalu larut.



Selepas hilangmu tanpa kata-kata, aku belajar menjadi manusia tangguh tanpa kamu. Kuakui, begitu tidak mudah tertatih sendirian. Jangankan bertanya kabarku, bahkan hari-hari sibuk lebih menyita perhatianmu daripada rindu-rindu yang kau banggakan kemarin.

Aku tidak meminta banyak, hanya kumohon kau jangan berada di antara hitam dan putih. Apakah aku benar-benar yang kau pilih atau sekedar persinggahan saja. Kau suka sekali mengakrabi bisu, hingga aku tak pahami maumu. Sesekali pergi, lalu datang kembali.

Saat aku ingin mengadu, entah kau hanya berpura atau benar-benar tak ingin tahu. Air mataku sudah tak memiliki tempat meski sedikit saja untuk mendapat perhatianmu. Duniamu mungkin lebih menyenangkan daripada aku.

Lantas, untuk apa lagi aku menjadi bodoh karenamu? Sayangnya, mungkin aku telah jatuh terlalu dalam untuk bangkit menghapuskanmu. Aku mencoba berdamai, mengakrabi lelah oleh rindu yang tertatih kujaga sendirian. Sebentar saja, aku ingin menghirup napas dengan teratur setelah terengah mengejar kamu yang tak ingin aku dekap.

Aku membencimu, namun tetap saja kau memenangkan segala dariku. Mungkin, ketika kau menyapaku kembali di jalan suatu hari. Aku akan goyah, hilang arah.

(alg)

2 komentar:

BERITA TERUPDATE