Update Terbaru ALG

Senin, 26 November 2018

Puisi Terakhir

Oleh : Al Ghumaydha'

Catatan pendek ini mungkin jadi yang terakhir. Setelah liku perjalanan panjang kita lalui bersama. Biar beberapa baris diksi ini mewakilkan salam untukmu. Telah aku tulis jutaan puisi setiap malam tentang kita. Sampai pada judul keseratus satu ini aku akan berhenti. Menutup kisah kita.

Tanpamu aku adalah gelap langit malam tak berbintang. Sunyi kelam tiada bercahaya. Sebab kamu adalah kartika yang menyala di petala angkasa. Gelapku dan cahayamu bertemu. Kita jadi sepasang kisah romantis di keheningan malam.

Malam-malammu terbiasa dengan celoteh manjaku. Rembulanmu tak pernah redup oleh lengkung pelangi di bibirku. Nanti, ketika terbit matahari tak lagi kau temukan mataku berjanjilah untuk tak berhenti menjalani hari. Sebab hidupmu tetap berharga meski tanpa aku di sisimu.

Tentang segala yang ada padaku. Simpanlah baik-baik dalam bingkai ingatan. Senyum, tangis, manja, juga marahku adalah apa yang akan kau rindu suatu hari nanti. Kenangan adalah tempat terbaik mengabadikan seluruh slide episode kisah. Di sana jagalah segala rekam benci, tawa, juga canda antara kita.

Tak pernah ada yang mudah dari perpisahan. Kalbu berpeluk sendu. Nanti saat hujan turun, lihatlah ke luar jendela.  Di sana segala kenang riuh berjatuhan. Pada akhirnya rindumu padaku menemukan rumah pulang. Meski berbeda dimensi, percayalah hatimu tetap abadi dalam pelukku. Juga hatiku selamanya adalah milikmu.

Sampai jumpa di ruang keabadian.


2 komentar:

BERITA TERUPDATE