Update Terbaru ALG

Jumat, 14 Desember 2018

Desember Terakhir


Oleh : Al Ghumaydha'

Aku tak ingin ada kata-kata lagi untukmu. Cukup ini yang terakhir menegaskan segalanya. Sejak kedatanganmu kembali setelah aku tertatih membangun bahagia sendiri, ada banyak tanya menyeruak. Perihal isi kepalamu yang tak pernah aku mengerti.

Kukira kau bukan lagi anak kecil yang tak memahami, bahwa sebentuk hati bukan ayunan yang bisa kau permainkan semaumu sendiri. Semoga kau belum lupa. Kata-kata manis yang kausimpan dalam genggam tangan kananmu. Lalu kauhadiahkan padaku pada suatu malam yang romantis.

“Bagaimana jika suatu hari nanti kau bosan padaku?”

Satu kalimat tanya darimu yang membuatku sebal hari itu. Aku meletakkan namamu di hatiku bukan sebagai boneka yang bisa kubuang ketika tak lagi suka. Apakah yang kau lihat cinta adalah lelucon semacam itu? Kehilangan aku adalah ketakutan yang berkelebat dalam hari-harimu saat itu.

Namun, apa kenyataan yang kita lihat hari ini? Kau meninggalkan aku dengan luka tak terperi. Setelah apa saja kuberi dan hatiku kaukunci. Kemudian kini kau datang kembali. Hei! Sebenarnya apa yang bersemayam dalam kepalamu, Tuan?

Apa kau tak tahu atau memang tak pernah ingin tahu? Perihal luka tak berdarah yang tertatih aku balut seorang diri. Air mata kebodohan yang aku luruhkan setiap malam. Juga tentang segala usahaku menghapuskanmu. Sampai hari ini aku masih sanggup berdiri di atas kakiku sendiri dengan bahagiaku. Apa kau kira ini mudah?

Aku pernah bodoh. Namun, aku tidak akan menjadi sebodoh keledai yang melalukan kesalahan sama untuk kedua kalinya. Cukup sudah kesempatan yang pernah kau siakan. Hatiku terlalu berharga untuk kembali terluka.

Ini Desember terakhir. Simpan saja semua racun kata-katamu. Pintu rumahku masih terbuka, namun bukan lagi untukmu. Sebab kau adalah nama yang tak pantas lagi kuberi tempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE