Update Terbaru ALG

Minggu, 13 Januari 2019

Ingkar Berbingkai Manis


Oleh : Al Ghumaydha'

Aku tidak benar-benar ingat bagaimana awalnya. Hari itu kita sekedar basa-basi berkenalan. Menjadi teman diskusi untuk beberapa hal yang sama-sama kita sukai. Percakapan mengalir hangat begitu saja. Sampai pada suatu hari kau mengatakan sejujurnya. Perihal apa yang bersemayam di dalam hatimu tentang aku.

Sejak hari itu aku jadi sering salah tingkah. Ah, tapi ini tidak seindah cerita-cerita dalam novel romantis. Episode berikutnya entah untuk alasan apa kita jadi lebih banyak diam. Diskusi perihal puisi tinggal sekali dua kali saja. Kau tak banyak menyapaku, pun aku untuk memulai terlalu malu. Sampai aku diam-diam menahan rindu.

Aku coba mengutarakan tanya tentang diam antara kita. Kau bilang tetap aku nama pertama yang menghuni kepalamu. Mendadak aku seperti diterbangkan hingga ke petala langit. Nyatanya kau pun tak jarang selalu memikirkanku tanpa aku tahu. Ah, manisnya.

Namun, pelangi itu melengkung tak lama. Kini ada yang berbeda antara kita. Kau dan aku berjarak tanpa kata pembuka. Puisi-puisi jadi bisu. Bukan inginku memilih seperti ini. Hanya saja, aku merasa kau yang memutuskan jauh. Entah mengapa. Tak ada lagi cerita-cerita panjang hingga larut malam. Tinggal kebisuan yang tersisa.

Kata-kata manismu yang dulu entah kemana. Hari ini aku sadari semua itu hanya omong kosong yang terlalu kau agungkan. Mungkin aku yang terlalu bodoh. Bersedia terbang tinggi, hingga menanggung sakitnya kau jatuhkan dari harapan. Begitu mudah kau rangkai aksara lalu mengingkarinya.

Segala yang kau ungkapkan kemarin jauh berbeda dengan sikapmu hari ini. Kau tak lagi sama dengan dirimu yang dulu kukenal. Apakah kau kira perasaanku semacam lelucon bagimu? Semudah itu kalimat yang menderas dari bibir manismu berubah begitu saja. Namun aku merasa beruntung. Sebab, berhenti mengharapkanmu sama artinya membuka kesempatanku untuk bertemu orang lain yang lebih tepat.

2 komentar:

BERITA TERUPDATE