Update Terbaru ALG

Jumat, 22 Februari 2019

Mengurai Kisah


Oleh : Al Ghumaydha'

Duduklah di sampingku. Akan aku ceritakan padamu beberapa hal yang bersemayam di lautan kata-kataku. Jangan katakan apapun sebelum aku selesai. Cukup jadilah pendengar yang baik. Sungguh, setiap bait kisah lebih berharga dari apapun untuk kau lewatkan. Biar kusandarkan kepala pada bahumu yang hangat. Lalu kuhirup dalam-dalam wanginya embus napasmu.

Dalam rebah rembulan di langit yang jauh, telah aku lukiskan cerita tentang kita. Tidakkah kau lihat? Ada kamu di kelam bola mataku. Satu nama mengurai jutaan kisah. Entah, kepadamu selalu saja aku jatuh cinta berkali-kali. Tak juga satu pun kenangan perihal kamu lepas dari ingatanku.

Jika rindu bisa ditakar, sungguh rinduku padamu tak akan menemukan angka pasti. Dia berputar bagai lingkaran. Tak terbatas dan tak berujung. Terus bergerak bagai planet mengelilingi matahari. Tiada henti sampai hari ini. Jika dia berwujud, aku tak akan menemukan tempat terbaik untuk menyimpannya. Namun, di hatiku ia sungguh baik-baik saja. Aku merawatnya bagai induk burung kepada anak-anak di sarangnya.

Di beranda rumah aku suka sengaja duduk berlama-lama. Penuh harap menunggu engkau datang. Membawa setangkai mawar dan sebait puisi cinta. Lalu bercengkerama perihal apa yang sama-sama kita semogakan di masa depan. Sungguh, jika pertemuan bisa dibeli akan kubayar lunas dengan apa saja yang kumiliki. Demi menuntaskan rindu yang tiada henti.

Pada detak yang menasbihkan namamu, telah mengalir bersamanya kidung doa agar didengar Tuhan. Maukah kau membantuku? Turut mengamini, semoga ia melangit. Mengetuk syahdu pintu arasy-Nya. Jika pada akhirnya kisah ini jadi dongeng yang tak utuh, beri aku tempat terbaik dalam kotak kenanganmu. Selamat merayakan rindu, Kasih. Semoga kau dan aku lekas bertemu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE