Update Terbaru ALG

Selasa, 19 Maret 2019

Ketika Hati Memilih


Oleh : Al Ghumaydha'

Ketika hatiku memutuskan jatuh padamu, saat itu juga aku telah mempersiapkan diri untuk terluka. Bukankah dalam kehidupan ini segala hal dihadirkan satu paket untuk berjalan beriringan? Hidup mati, pertemuan perpisahan, siang malam, tawa tangis, juga aku dan kamu. Bibir tak pernah mengikrarkan kesepakatan, tapi sepasang mata telah mengutarakannya dengan baik. Perihal apa yang ada di dalam hati masing-masing.

Begitu juga dengan harapan. Dia hadir berpasangan dengan kecewa. Ketika aku telah memberanikan diri menumbuhkan harap, itu berarti aku pun harus siap menerima segala risiko. Mencintaimu adalah pekerjaan yang tak pernah terencana dalam hidupku. Namun, apakah aku akan berhenti atau bertahan bisa menjadi pilihan yang akan menentukan masa depan.

Dan hari ini hati kita masih erat saling menautkan rindu. Kau enggan melepasnya, begitu pun aku. Semua berjalan baik-baik saja. Hanya saja, untuk beberapa hal menjadi kekhawatiran dalam benak. Tidak ada yang menutup segala kemungkinan. Termasuk takdir yang tak berpihak pada kita. Jika pada akhirnya nanti bukan aku yang dituliskan langit untukmu.

Terlepas dari itu, aku menyimpan persoalan lain. Meski hati saling menerima, tetap saja ada hal-hal dari logika yang bertolak. Sekali pun perasaanku memintamu, tetap saja hati tak cukup dijaga dengan cinta. Apalah arti pertalian tanpa kerja sama yang baik? Lantas, bagaimana jika logika kita tak pernah mendapat titik temu yang utuh?

Sungguh, mencintaimu adalah keputusan yang harus mengorbankan banyak hal dalam diriku. Sebuah pekerjaan menyenangkan sekaligus melelahkan dalam waktu bersamaan. Meski hari ini hati kita dipenuhi kupu-kupu indah berterbangan, kau dan aku tetap harus mempersiapkan diri untuk kecewa pada akhirnya. Begitulah, jatuh cinta tak selamanya indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE