Update Terbaru ALG

Jumat, 19 April 2019

Dikalahkan Diri Sendiri


Oleh : Al Ghumaydha'

“Ini gak mungkin bisa.”
“Aku ga mampu.”
“Aku ga berbakat.”
“Aku ga yakin ini akan berjalan baik.”
“Kayaknya aku bakal gagal deh.”
“Aku ga bisa ngelakuin ini.”
“Ini terlalu sulit buat aku.”

Siapa yang sering melontarkan kalimat-kalimat pesimis seperti ini? Sebenarnya kalimat-kalimat ini tidak sepenuhnya salah. Tergantung konteks yang akan diusahakan apa. Kalau pada dasarnya seseorang memang tidak berminat menekuni satu bidang tertentu, kalimat ini sah untuk mereka ucapkan. Niat aja udah engga, mau berhasil dari mana, kan?

Persoalannya adalah ada banyak orang (tidak semua) mengaku ingin sukses di bidang A, B, C, D seperti orang-orang lain yang ia lihat, tapi di satu sisi mereka pesimis ga ketulungan ketika diminta mencoba.

Pengen bisa, tapi takut mencoba. Pengen sukses, tapi takut gagal. Pengen memulai bisnis, tapi takut risiko. Pengen dikenal, tapi malu mengekspresikan diri. Pengen talenta berkembang, tapi ragu untuk belajar dan mengupgrade potensi. Pengen ini dan itu, tapi udah negative thinking duluan! Ini masalahnya.

Lalu, keberhasilan itu akan datang dari mana? Mau berharap dikabulkan sama jin lampu ajaib? Dikira Aladin.

“Bekerjalah kamu maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, ...” (Q.S At Taubah : 105)

Usaha aja dulu, Mas, Mbak. Jangan ngeluhnya duluan digedhein. Urusan hasil itu belakangan. Kegagalan yang nyata itu bukan setelah kamu mencoba, tapi ketika kamu belum mencoba sama sekali tetapi sudah menyerah.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda, Allah SWT berfirman, “Aku sesuai dengan prasangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).

Bahkan Allah saja sudah ngasih kode keras. Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan Allah kasih ke kita. Sebab, apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi doa-doa yang kita panjatkan.

Begini, ya. Mari kita belajar dari buku The Magic Of Thinking Big karya David J. Schwartz. Jika kita berpikir bahwa hari ini akan baik, maka hari ini berlalu dengan benar-benar baik. Tapi, ketika kita berpikir bahwa hari ini buruk, maka hari ini akan benar-benar jadi buruk. Apa yang kita pikirkan mempengaruhi bagaimana kita bertindak, dan tindakan kita akan berbuah pada hasil yang kita dapatkan.

Ketika seseorang berpikir bahwa dia akan memenangkan olimpiade, maka tidak mungkin akan diam saja. Otaknya bekerja, tangan dan kakinya bertindak memproses “apa” yang dia yakini. Saat seseorang percaya akan keberhasilan masa depannya, maka dia akan berperilaku sebagai orang yang berhasil.

Tapi, ketika seseorang yang bahkan belum memulai telah berpikir bahwa ia akan gagal. Selamanya rasa pesimis itu tidak akan membantu setiap tindakannya. Sebab, tidak ada semangat yang mendorongnya untuk bergerak menjemput kemenangan atau kesuksesan tersebut. Dia mengharapkan keberhasilan, tapi tidak berani meyakini bahwa dirinya pantas mendapatkan itu.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang telah optimis, berusaha, tapi gagal? Bagi orang-orang seperti ini, kegagalan mereka bukan sesuatu yang memalukan. Setidaknya dia telah berproses dan mencapai level yang lebih baik dari sebelumnya. Lagipula, gagal adalah bagian dari proses belajar. Bagi orang-orang yang berpikir besar, kegagalan akan membuat mereka melakukan evaluasi untuk memperbaiki tindakan selanjutnya. Ini adalah bagian dari efek seseorang memiliki pikiran optimis. Toh, jatuh-bangun itu hal yang wajar, kan dalam setiap proses?

Nah, sedangkan bagi mereka yang mentalnya kerdil dan selalu berpikir pesimis. Satu kegagalan seolah-olah sudah jadi kiamat baginya. Tidakkah begitu menyedihkan? Apalagi bagi mereka yang belum mencoba tapi sudah mundur teratur lebih dulu. Kalau begitu, jangan menginginkan kesuksesan orang lain. Mereka membayar kesuksesan dengan kerja keras dan berpikir besar. Bukan bunuh diri dengan sugesti-sugesti negatif yang dibuat oleh diri sendiri.

Segala kemungkinan buruk maupun risiko itu pasti ada. Selalu ada konsekuensi dari setiap tindakan. Kalau gamau ketemu risiko, ya ga usah hidup. Bikin dunia penuh aja, deh. Haha. Jadilah pemenang minimal bagi hidupmu sendiri dengan selalu berpikir positif. Sebab, keberhasilan masa depan bukan milik mereka yang selalu berpikir negatif.

4 komentar:

  1. Kren penataan kata perkatanya menarik sekali menurut dan saya rasa dengan begitu semua reader akan mudah memahami pesan yang kakak sampaikan...


    Semangat terus kakak
    Semoga Istiqomah..
    Amien Yaa Robbal Alamin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. terima kasih banyak apreasiasnya, Ka 😊

      Hapus
  2. MasyaAllah,,, tulisan di atas keren, dan menginspirasi... Mungkin ada banyak tulisan yang seperti ini di dalam buku, di blog-blog atau dimana saja... Yang membedakan sebuah tulisan kita dengan tulisan orang lain karena tulisan kita lahir dari apa yang kita yakini dan ketahui... Harapan saya semoga tulisannya tetap menginspirasi, baik bagi si pembaca dan si penulis lainnya yang ingin menuliskan tema tulisan yang sama... 😊
    Barakallahu Fik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukron apreasiasinya. Semoga tulisan ini juga bisa jadi reminder untuk penulis sendiri :)

      Hapus

BERITA TERUPDATE