Update Terbaru ALG

Jumat, 12 April 2019

Membuang Waktu, Melumpuhkan Masa Depanmu


Oleh : Al Ghumaydha'

H-7 bilang, “Ah, kerjain nanti ajalah. Deadline masih lama.”
H-4 keinget lagi, “Santai, deh masih ada waktu”
H-2 ada temen tanya, “Udah ngerjain belum?” jawabannya cuma nyengir.
H-1, “ASTAGA! Besok dikumpulinnn!!”
Giliran heboh sendiri pas hari H baru nyesel kenapa ga ngerjain tugas sejak jauh-jauh hari.

Ya, itu hanya salah satu contoh dari menyia-nyiakan waktu. Contoh paling umum dan sering dijumpai oleh kalangan pelajar.

Perhatian!

Tulisan ini tidak diperuntukkan kepada kamu yang ; sudah merasa punya jadwal padat sehingga tidak memiliki waktu untuk bersantai, merasa sudah pandai mengatur waktu, merasa hidup kamu sudah sempurna dengan semua aktivitas bermanfaat yang kamu lakukan.

Tulisan ini dipersembahkan untuk pribadi yang masih lalai dalam memanfaatkan momentum/waktu. Jadi, jika kamu merasa termasuk dalam salah satu dari golongan orang yang tersebut di atas, sebaiknya cukup berhenti sampai kalimat ini saja sebelum kamu merasa sia-sia membaca.

Demi masa

Mari kita lihat terjemah Q.S Al Asr ayat 1-3.
Demi  Masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

Betapa waktu sungguh berharga! Bahkan dalam Surat Al Asr tersebut kita mengetahui dengan jelas bahwa Allah SWT bersumpah demi masa. Bagi mereka yang menyiakannya, maka akan berada dalam kerugian. Kira-kira hari ini kita termasuk dalam orang-orang yang merugi atau golongan perkecualian yang disebutkan dalam surat tersebut? Jawablah dalam hati dengan jujur untuk dirimu sendiri.

Kumpulan waktu

Kehidupan yang berjalan sejak kita lahir sampai menginjak usia hari ini, sebenarnya memiliki makna apa? Bukankah dia adalah pergantian dari siang ke malam, dari Senin ke Selasa, Januari ke Februari, sampai seterusnya dari tahun ke tahun? Begitulah, hidup ini adalah kumpulan waktu.

Imam Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata : “Wahai Ibnu Adam (manusia), kamu hanyalah (kumpulan) hari-hari, tiap-tiap satu hari berlalu, hilang sebagian dirimu.” [Kitab Taqrib Zuhd Ibnul-Mubarok]

Himpunan waktu yang berlalu akan mengantar kita pada masa depan. Dan “siapa kita” di masa depan akan ditentukan oleh “apa” yang sudah kita lakukan selama waktu berlalu. Jadi, “siapa kita” hari ini sesuai dengan “apa” yang sudah kita lakukan di masa lalu.

Semoga sampai di sini bisa dimengerti, bahwa bagaimana cara kita memanfaatkan waktu akan menentukan kualitas kepribadian kita.

Jangan mau rugi!

Dalam hal apapun, baik itu ibadah, pekerjaan, sekolah, atau aktivitas lain dalam hidup kamu jangan sampai hasilnya hanya kesia-siaan yang akan kamu sesali di penghujung waktu. Ga perlu muluk-muluk, kita ambil contoh sederhana yang mungkin disepelekan, ya.

Pada suatu hari kamu terlambat masuk sekolah karena bangun terlalu siang, sebab malam sebelumnya kamu terlalu asyik dengan duniamu sendiri hingga terlena tanpa peduli telah melewatkan waktu tidur. Alhasil hari itu kamu tidak mendapat izin masuk kelas di jam pertama, sedangkan kebetulan tengah diadakan ujian harian di mata pelajaran tersebut pada hari itu. Wassalam!

Contoh lain kita ambil dari pengakuan seorang mahasiswa. Ketika banyak menunda pekerjaan dan terlena dengan waktu luang, ada banyak penyesalan yang direnungkan. Di saat-saat terakhir harus repot sendiri merangkap semua pekerjaan yang menumpuk, hasil yang tidak sesuai rencana, segala planning sekedar jadi wacana, dan penyesalan terburuk adalah ketika kita tertinggal dari teman-teman yang sekian langkah lebih di depan.

Pada akhirnya, apa yang bisa kita banggakan?

Kasih waktu buat Allah, biar dikasih banyak waktu sama Allah

Seringkali kita menunda sholat, mengaku tidak ada waktu untuk sekedar membaca satu halaman Al Quran, buru-buru dengan urusan lain sampai ibadah sunnah ditinggalkan. Padahal justru ketika kita memberi waktu penuh untuk Allah, maka waktu untuk pekerjaan lain akan dilapangkan oleh Allah.

Tapi, kebanyakan yang terjadi adalah sebaliknya. Kita selalu ngasih waktu sisa buat Allah. Pekerjaan lebih diprioritaskan ketimbang ibadah. Nah, inilah kenapa kita selalu merasa kekurangan waktu. Pekerjaan ga kelar-kelar, sedangkan waktu terasa sempit.

Waktu adalah janji masa depan!

Pernah ga, sih, kamu ngerasa berdosa atau bersalah ketika melewatkan waktu tanpa melakukan apapun? Sedangkan waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Jangankan satu menit, bahkan tanpa satu detik saja tidak akan bisa melengkapi satu jam.

Sekarang kamu boleh memandang sebelah mata tulisan pada bagian ini. Tapi, suatu saat dalam kondisi terdesak waktu kamu akan mengerti. Mungkin kamu belum pernah tahu bagaimana rasanya terlambat check in atau bahkan hampir tertinggal keberangkatan pesawat. Di saat-saat seperti itulah kamu akan memahami tentang betapa mahal harga waktu dalam hidup ini.

Ketika kamu mengerti hal ini, maka tidak semestinya kamu biarkan setiap hari dalam hidupmu berlalu begitu saja. Membiarkan waktu kosong terbuang tanpa arti sama saja dengan menunda kesuksesan masa depanmu sendiri.

Lalui dengan positif

Mungkin waktu yang kamu lalui tidak kosong, tapi jika kamu isi dengan hal-hal kurang bermanfaat itu sama saja bohong, Mas, Mbak! Hahaha.

Waktu yang kita miliki dikasih sama Allah. Jadi, pasti akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Selama di dunia waktu kita habis digunakan untuk apa? Terlepas dari itu, apa yang kamu lakukan akan menentukan kualitas kepribadianmu. Ini seperti yang sudah kita bahas di awal tadi.

Maka dari itu, lakukan hal-hal positif untuk setiap waktu yang kamu miliki. Apapun! Bahkan sekali pun kamu sedang menunggu sesuatu, misalnya. Kamu bisa menggunakan jeda waktu untuk berdzikir atau membaca buku. Lebih bermanfaat, kan daripada sekedar duduk termenung mikirin dia yang belum tentu mikirin kamu juga. (Eh, apasih hahaha)

Mulai hari ini, mari berjanji pada diri sendiri untuk tidak menyiakan setiap anugerah waktu yang diberikan kepada kita. Jika kau tidak peduli, yang rugi adalah dirimu sendiri.

2 komentar:

  1. Good job, lanjutkan...
    Semangat yaaa, teruslah menginspirasi

    BalasHapus

BERITA TERUPDATE