Update Terbaru ALG

Kamis, 13 Juni 2019

Sepasang Sayap Sakinah


Oleh : Al Ghumaydha'

Subuh bertabuh merdu dan syahdu. Anak-anak burung berkicau menggeliat di sarangnya. Sepasang  mata mengerjap, terkesiap menemukan seraut wajah di sisi. Lekas tersadar dan menertawakan diri sendiri. Hampir lupa bahwa kini semua telah berbeda.

Sejak hari itu, semesta menjadi saksi. Senyummu adalah keindahan yang bisa kupandang kapan saja. Teduh wajah lelapmu begitu menghangatkan jiwa. Terulur tangan menyentuh pipimu yang dingin. Mataku enggan berpaling meski sebentar saja. Berharap waktu bisa berhenti seperti ini untuk selamanya.

Setelah akad itu kau ikrarkan, suaramu menjadi apa yang tak henti aku rindukan. Walau begitu dekat kaubisikkan puisi cinta setiap malam. Sampai aku terlelap dalam dekap lenganmu. Lalu sepasang mata kita bertemu kembali di sepertiga malam. Menasbihkan syukur atas anugerah indah yang Tuhan titipkan.

Sabarmu meredakan amarahku. Manjamu mendewasakan pribadiku. Kita menjadi satu paket lengkap. Bukan memprotes kekurangan, namun saling menyempurnakan. Kamu adalah syukur tak berbilang yang selalu aku panjatkan. Menjadi doa yang tak henti aku rapalkan.

Di setapak jalan panjang pada suatu sore jemari kita bertemu. Saling bergandengan dan kaki melangkah seirama. Aku bercerita tentang beberapa kenangan di masa kecil. Sesekali kamu tertawa membayangkan. Lalu memeluk gemas dan mendaratkan ciuman singkat.

Selepas janji sakral itu, seutuhnya dirimu menjadi separuh aku. Berdua, kita kepakkan sayap sakinah dalam bingkai suka duka. Jangan lelah membersamai dalam perjalanan ini. Sungguh, aku tanpamu adalah kalimat yang hilang kata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TERUPDATE